Pengertian Taqlid



www.materipelajaranaswaja.com



Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

 materipelajaranaswaja.com-"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah; Nabi Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah".

TAQLID

Taklid atau Taqlid (تقليد) adalah mengikuti pendapat orang lain tanpa mengetahui sumber atau alasannya.

Syarat-syarat

Yang dibolehkan bertaklid adalah orang awam (orang biasa) yang tidak mengerti cara-cara mencari hukum syari'at. Ia boleh mengikuti pendapat orang yang mengerti dan mengamalkannya. Adapun orang yang mengerti dan sanggup mencari sendiri hukum-hukum syari'at, maka harus berijtihad sendiri. Tetapi bila waktunya sudah sempit dan dikhawatirkan akan ketinggalan waktu untuk mengerjakan yang lain (dalam persoalan ibadah) maka menurut suatu pendapat boleh mengikuti pendapat orang lain.

Taklid yang diharamkan

Taklid yang diharamkan adalah:

Taklid kepada orang lain tanpa mempedulikan Al Qur'an dan hadist


Taklid kepada orang yang tidak diketahui keahliannya untuk diikuti

Kata “taqlid” adalah pecahan dari kata “qiladah” yang artinya kalung, dan arti dari taklid secara bahasa yaitu “meletakan kalung di leher”. Sedangkan menurut istilah dalam dunia fikih arti taqlid yaitu Mengikuti perkataan seseoarang tanpa mengetahui hujjah atau dalil yang digunakan olehnya.

Taqlid diperbolehkan bagi mereka yang tidak bisa mengambil ilmu langsung dari sumbernya. Hal ini berdasarkan firman Alloh subhanahu wata’ala:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,” (Qs. an-Nahl [16]: 43)

Dalam ayat ini seseorang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan bisa bertanya langsung kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan, dan tidak diperintahkan untuk merujuk sendiri ke dalil-dalil kitab atau sunnah, karena tidak semua manusia mampu melakukan pelacakan dalil dalam alquran dan assunnah.

Akan tetapi bagi mereka yang bisa mengambil ilmu dan istimbat dari sumber aslinya maka dia tidak boleh taklid.

Taqlid bisanya dilakukan pada dua keadaan:

Pertama, orang yang bertaqlid memang tidak bisa mengetahui hukum syari dari sumber aslinya, maka orang tersebut memang harus bertaqlid pada ulama.

Kedua, terjadi pada seorag mujtahid atau ulama, akan tetapi dia harus memecahkan masalah saat itu juga, dan tidak ada waktu baginya untuk menelusuri kita dan sunnah, maka ia boleh bertaqlid pada saat itu.

Banyak contoh taqlid yang terjadi saat ini, seperti seseorang yang melakukan gerakan ruku dan sujud ketika dia hanya mengikuti pandangan guru ngajinya, tanpa pernah tau dari mana dalil yang melandasinya.

Kerjakan soal berikut ini dengan mengeklik soal materi taqlid 

.Soal Materi Taqlid


Wassalamu'alaikum Wr.Wb



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Taqlid"

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Latest Posts

Cari Blog Ini

Ads 970x90

Paling Dilihat