PENGERTIAN THAHARAH


www.materipelajaranaswaja.com


Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabaraakatuh

Bismillaahirrahmaanirrahiim


   www.materipelajaranaswaja.com-Ketika akan melaksanakan ibadah maka badan harus bersih dan suci. Bagaimana cara kita agar bersih dan suci dari hadast kecil maupun besar, yaitu dengan cara bersuci (Thaharah).

Thaharah artinya bersuci. Thaharah menurut syara’ ialah suci dari hadas dan najis.

*Suci dari hadas 

Hadas menurut cara mensucikan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu hadas besar dan kecil :

- Hadas besar adalah hadas yang harus disucikan dengan cara mandi 

    Contoh hadas besar adalah haid, junub, nifas dan keluar mani. Mandi untuk membersihkan diri dari hadas dinamakan mandi wajib atau mandi besar. Mandi wajib atau mandi besar dilakukan dengan cara meratakan seluruh air ke semua bagian tubuh.

- Hadas kecil adalah hadas yang dapat disucikan dengan cara berwudu atau tayamum saja.

Contoh hadas kecil adalah buang air kecil, besar, atau keluar udara dari dubur.ialah dengan mengerjakan wudlu, mandi dan tayammum.

Tayamum dapat dipilih untuk bersuci dengan catatan apabila sedang berhalangan memakai air (next materi) 

*Suci dari najis ialah menghilangkan najis yang ada di badan, tempat dan pakaian. Macam-macam najis sebagai berikut:

Najis Mukhaffafah (najis ringan)

adalah najis yang cara membersihkannya cukup dengan memercikkan air di bagian yang terkena najis, meskipun bekas najisnya masih melekat. Contoh: air kencing bayi laki-laki yang masih menyusu.

Najis Mutawassithah (najis pertengahan)

adalah najis yang cara membersihkannya dengan mengguyurnya dengan air sampai bersih, menggosoknya dengan tanah atau benda lain, atau dengan cara yang lainnya. Contohnya, segala sesuatu yang keluar dari lubang depan dan lubang belakang manusia/hewan (kecuali air mani manusia), muntahan, darah, bangkai (kecuali bangkai manusia, belalang, dan ikan), dan minuman keras yang cair.

Najis Mughallazhah (najis berat)

adalah najis yang cara membersihkannya dengan mencucinya sebanyak tujuh kali dan di antaranya satu kali menggunakan air yang bercampur tanah. Contohnya: air liur anjing dan babi.

I.     Macam-macam air

Air yang dapat dipakai bersuci ialah air yang bersih (suci dan mensucikan) yaitu air yang turun dari langit atau keluar dari bumi yang belum dipakai untuk bercuci. Air yang suci dan mensucikan ialah :

1.   Air hujan.


2.   Air sumur.


3.   Air laut.


4.   Air sungai.


5.   Air salju,


6.   Air telaga.


7.   Air embun.


II.  Pembagian air.

Ditinjau dari segi hukumnya, air itu dapat dibagi empat bagian :

1.     Air suci dan mensucikan, yaitu air muthlaq artinya air yang masih murni, dapat digunakan untuk bersuci dengan tidak makruh, (air muthlak artinya air yang sewajarnya).

2.     Air suci dan dapat mensucikan, tetapi makruh digunakan, yaitu air musyammas (air yang dipanaskan dengan matahari) di tempat logam yang bukan emas.

3.     Air suci tetapi tidak dapat mensucikan, seperti :

4. Air musta'mal (telah digunakan untuk bersuci) menghilangkan hadas. Atau menghilangkan najis kalau tidak berubah rupanya, rasanya dan baunya.

5.   Air mutanajis yaitu air yang kena najis (kemasukan, najis), sedang jumlahnya kurang dari dua kuliah, maka air yang semacam ini tidak suci dan tidak dapat mensucikan. Jika lebih dari dua kuliah dan tidak berubah sifatnya, maka sah untuk bersuci. Dua kuliah sama dengan 216 liter, jika berbentuk bak, maka besarnya = panjang 60 cm dan dalam/tinggi 60 cm.

Ada satu macam air lagi ialah suci dan mensucikan tetapi haram memakainya, yaitu air yang diperoleh dari ghashab/mencuri, mengambil tanpa ijin.

Sekian penyampaian bahasan tentang Thaharah, semoga bermanfaat untuk kita semua. aamiin


Klik evaluasi materi_disini


Wallaahu a'lam bish-showab

wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabaraakatuh




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENGERTIAN THAHARAH"

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Latest Posts

Cari Blog Ini

Ads 970x90

Paling Dilihat